Larantuka, Flores Timur, 2 Mei 2016Wildlife Conservation Society -Indonesia Program (WCS-IP), bekerja sama dengan Kementerian Kelautan Perikanan pusat dan daerah, Polda Nusa Tenggara Timur, mitra LSM serta Pemerintah Kabupaten Flores Timur melakukan kegiatan sosialisasi perlindungan manta kepada masyarakat Desa Motonwutun dan Watubuku, Solor Timur, NTT. Kegiatan ini mengajak masyarakat dan nelayan, khususnya mereka yang memburu manta, agar menghentikan perburuan sebagai bentuk ketaatan terhadap undang-undang yang secara penuh melindungi manta sebagaimana diatur dalam UU No.31/2004 jo UU No.45 Tahun 2009 dan Peraturan Menteri Kelautan Perikanan No. 4/KEPEN-KP/2014. WCS Indonesia Program berkomitmen untuk berperan aktif dalam mengidentifikasi isu konservasi, termasuk di dalamnya penyelamatan satwa liar dilindungi dan habitatnya, serta mencari jalan keluar yang mengedepankan manfaat bagi hidupan liar.  Hal ini dinyatakan dalam siaran pers “Sosialisasi Perlindungan Manta” di Desa Watubuku, Lamakera, Solor Timur, hari ini (27/04).

WCS Indonesia Program mendukung setiap upaya konservasi yang membawa manfaat jangka panjang bagi hidupan liar dan ekosistem mereka seperti halnya terhadap manta yang ada di wilayah Kepulauan Solor, Nusa Tenggara Timur. Kami ingin masyarakat menyadari bahwa upaya perlindungan terhadap manta yang ada di wilayah mereka melalui penegakan hukum adalah bagian penting dari strategi konservasi yang membawa manfaat bagi masyarakat” kata Dwi N. Adhiasto, Program Manager Wildlife Trade, Wiildlife Conservation Society.

Perburuan liar terhadap manta dan beberapa spesies laut lainnya dengan cara apapun merupakan permasalahan yang luar biasa kritis baik di Solor maupun wilayah lain di Indonesia. Permintaan insang manta yang tinggi dari pasar internasional di negara Cina, dan Hongkong menjadi pemicu perburuan manta yang tidak terkendali di Lamakera. Masyarakat juga secara tradisional mengkonsumsi daging manta sebagai sumber protein.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur berharap masyarakat Lamakera menyadari upaya perlindungan terhadap manta bukan untuk membatasi pencaharian mereka, tetapi untuk keberlanjutan populasi manta sehingga pemanfaatannya di masa mendatang tetap ada. Ini juga sejalan dengan upaya pelestarian perlindungan manta dan jenis ikan lainnya di perairan Solor dan Nusa Tenggara Timur demikian ditegaskan oleh Asisten I Bupati Flores Timur Bidang Pemerintahan, Abdul Razak.

Peneliti dan pengamat manta melaporkan hasil pengamatan yang mereka lakukan sepanjang tahun 2010 memperlihatkan penurunan signifikan dalam total tangkapan pari manta di lokasi pendaratan pari manta di wilayah Solor Timur. Jumlah tangkapan ini diperkirakan menurun signifikan beberapa tahun terakhir karena menurunya populasi manta mengingat tingginya permintaan dan perburuan manta yang tidak terkendali.

Direktur Polisi Perairan Polda NTT, Komisaris Besar Teddy Marboen, mengatakan, Polisi Perairan Polda NTT melakukan patroli rutin di perairan Nusa Tenggara Timur sebagai bagian dari penegakan hukum wilayah perairan dan mencegah terjadinya illegal fishing yang dilakukan kapal asing dan pengeboman ikan oleh nelayan lokal. Saya mengingatkan para nelayan Lamakera untuk ikut menjaga perairan Solor Timur dengan tidak melakukan kegiatan penangkapan ikan yang bertentangan dengan hukum

WCS bersama dengan pemerintah pusat dan daerah Kabupaten Flores Timur khususnya, aparat hukum, dan organisasi nirlaba lainnya menyerukan dan mengajak publik pada umumnya untuk menghentikan perburuan, perdagangan illegal dan konsumsi manta. Komunitas nelayan memiliki peranan penting dalam menekan perburuan dan mencegah terjadinya perdagangan illegal manta. Kelompok nelayan dapat menjadi pelopor perlindungan manta dengan menangkap jenis ikan lain yang diperbolehkan dan sesuai aturan yang telah ditetapkan.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur mengundang masyarakat Lamakera untuk memikirkan alternatif lain pencaharian sumber daya laut selain dari memburu manta dan menjualnya. Saya ingin masyarakat bersam-sama memikirkan alternatif lain yang berkelanjutan sehingga manta di Kepulauan Solor Timur lestari dan dapat diturunkan kepada anak-cucu kita,” ujar Abdul Razak seraya menutup sosialisasi ini. 

Catatan kepada editor:

1.    Paket informasi lengkap untuk media (media kit) yang meliputi siaran pers ini, semua informasi umum mengenai Sosialisasi Perlindungan Pari Manta, fakta-fakta mengenai pari manta, jadwal sosialisasi, profil WCS, foto-foto, materi sosialisasi lainnya dalam bentuk poster, brosur dan stiker tersedia dalam lampiran.

2.  Kunjungi laman Facebook: WCS Indonesia dan twitter @WCS_ID.    

Posted in: Press Releases

Related Images

Perlindungan Pari Manta

Copyright 2007-2017 by Wildlife Conservation Society

WCS, the "W" logo, WE STAND FOR WILDLIFE, I STAND FOR WILDLIFE, and STAND FOR WILDLIFE are service marks of Wildlife Conservation Society.

Contact Information
Address: 2300 Southern Boulevard Bronx, New York 10460 Phone Number: (718) 220-5100