February 03, 2016

Jakarta, 2 Februari 2016 – Badan Reserse Kriminal Polri memusnahkan puluhan barang yang terbuat dari kulit harimau di Jakarta, pada hari ini, Selasa, 2 Februari 2016. Barang yang dimusnahkan adalah empat kulit harimau utuh, tujuh kaki harimau, satu kilogram tulang harimau dan tiga belas dompet yang terbuat dari kulit harimau. Pemusnahan berbagai produk kulit harimau ini merupakan kelanjutan dari penangkapan tersangka pada tanggal 11 Desember 2015 yang lalu. 

Selain kulit harimau, polisi juga memusnahkan satu penyu awetan, kepala buaya awetan, paruh burung rangkong gading, satu karapas penyu, tujuh kulit buaya dan dua taring beruang.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim, Brigjen Yazid Fanani mengatakan, “Pemusnahan dilakukan setelah penyidik melakukan penyitaan dari tangan tersangka di Jakarta. Dari hasil pemeriksaan, tersangka mendapatkan pasokan barang-barang tersebut dari Sumatera. Kami masih terus mengembangkan kasus hingga mendapatkan siapa yang memasok barang tersebut kepada pelaku.”

Pelaku perdagangan telah melakukan praktek jual beli berbagai produk kulit harimau dan barang-barang yang terbuat dari hewan dilindungi lainnya kepada pemasok dan pembeli di Jawa, Bali dan Sumatra. Pelaku dikenal sebagai perajin kulit reptil (buaya dan ular), namun juga ditemukan menjual barang-barang yang terbuat dari kulit harimau dan macan tutul. Ia tertangkap melakukan aktivitas jual beli barang haram tersebut melalui penyelidikan  online.

Noviar Andayani, Country Director Wildlife Conservation Society (WCS) – Indonesia Program mengatakan, “Kami mengapresiasi tindakan yang cepat tanggap pihak kepolisian untuk menangkap pelaku perdagangan hewan yang dilindungi. Ini bukan hanya menunjukkan komitmen yang kuat dari pemerintah, namun juga merupakan langkah strategis untuk menghentikan rantai perdagangan harimau sumatra.”


Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) merupakan subspesies harimau yang statusnya kritis terhadap kepunahan, dengan jumlah kurang lebih 400 individu saja di alam. Pemerintah Indonesia melarang segala bentuk perburuan dan perdagangan harimau sumatera melalui UU no. 5/ 1990 mengenai Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Para pelanggar dapat dikenakan denda maksimal Rp 100 juta dan hukuman kurungan 5 tahun.
Posted in: Press Releases

Copyright 2007-2017 by Wildlife Conservation Society

WCS, the "W" logo, WE STAND FOR WILDLIFE, I STAND FOR WILDLIFE, and STAND FOR WILDLIFE are service marks of Wildlife Conservation Society.

Contact Information
Address: 2300 Southern Boulevard Bronx, New York 10460 Phone Number: (718) 220-5100